"AKU CINTA LOMBOK BARAT" LOMBOK BARAT MAJU, MANDIRI DAN BERMARTABAT MENUJU LOMBOK BARAT BANGKIT
Tampilkan postingan dengan label Objek Wisata Lombok Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Objek Wisata Lombok Barat. Tampilkan semua postingan

Pantai Senggigi



Pantai senggigi merupakan objek wisata yang terkenal dan populer di wilayah Nusa Tenggara Barat. Pantai berpasir putih ini mempunyai daya tarik yang luar biasa bagaikan magnet yang menarik wisatawan datang berkunjung untuk menikmati pesona alami pantai ini. Wisatawan tertarik menugnjungi pantai ini karena  memang sangat cocok untuk menghabiskan liburan baik bersama kekasih, teman ataupun keluarga. Ombak yang menggulung jernih menghempas menyapu pasir putih yang lembut. Kesejukan dan keteduhan bersandar di bawah pohon yang rindang, tiupan angina semilir menyapa menerbangkan tipa helai rambut dan menerbangkan kelelahan yang bersemayam dalam tubuh. Laut biru dan pamandangan perbukitan hijau siap menyambut pandangan memberikan keteduahan dalam hati. Di pantai senggigi ini kita bisa melakukan aktivitas pantai seperti berenang, menikmati pemandangan sambil berjalan jalan sepanjang pantai menikmati kelembutan pasir putih, snorkeling menikmati terumbu karang yang indah, surfing menikmati gulungan ombak dan menikmati keindahan matahari terbenam yang menyelam menuju laut  di sore hari yang mempesona.
08.10 | 0 komentar | Read More

Taman Narmada

 
 
 


Taman Narmada yang luasnya sekitar 20 Ha ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Gede Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka (Oktober-November). Taman Narmada terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau. Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini. Di taman narmada ini kita akan menjumpai Replika Puncak Taman Nasional Gunung Rinjani. Replika ini dibangun oleh sang Raja sebagai pengganti ritual yang dilakukannya tiap tahun ke Puncak Gunung Rinjani, karena merasa sudah tidak sanggup lagi mendaki sang Rajapun memutuskan membangun replika ini. Di Taman Narmada ini anda akan menemukan perpaduan keindahan alam dalam kesatuan karya budaya tempo doeloe. Taman ini terdiri dari beberapa komplek yang mempunyai fungsi masing-masing seperti tempat persembahyangan, tempat perundingan / pertemuan dan lain-lain. Saat ini taman narmada berfungsi sebagai tempat rekreasi dan hiburan, sekaligus tempat wisata religi dan selalu ramai dikunjungi setiap hari oleh wisatawan lokal, nusantara maupun mancanegra. Disini juga dijumpai permainan berupa flying fox yang akan memacu adrenalin anda. Apabila anda ingin mandi disini juga terdapat 3 buah kolam, 2 diantaranya merupakan kolam renang dan satunya lagi merupakan kolam pemancingan yang ukurannya sangat besar, kolam ini disediakan bagi wisatawan yang hobi memacing.  dan sumber mata air awet muda yang dipercaya dapat membuat awet muda

Video Taman Narmada
08.09 | 0 komentar | Read More

Pura Batu Bolong


Pure Batu Bolong ini letaknya agak menjorong kelaut. Pure Batu Bolong merupakan tempat suci bagi para penganut agama hindu yang digunakan sebagai tempat persembahyangan, tempat diadaknnya berbagai macam upacara keagaman umat hindu. Pure ini dinamakan pure batu bolong karena didalam pure ini terdapat batu yang berlubang yang disebabkan oleh terjangan ombak yang menghempas batu karang sehingga mengakibatkan batu tersebut berlubang. Ditempat ini juga kita bisa menyaksikan keindahan pantai, dan tentunya dari atas pure ini kita bisa menikmati keindahan matahari terbenam selain itu gunung agung yang berada di Bali dapat terlihat jelas apabila cuacanya cerah. Tak jarang kita jumpai di tempat ini banyak orang memancing, menurut cerita dulu ditempat ini banyak orang melakukan bunuh diri dengan cara melompat kelaut yang disebabkan masalah cinta, ekonomi dan sebagainya dan mayat tersebut dimakan oleh ikan ikan, itulah yang menyebabkan ditempat ini banyak ikannya.
08.09 | 0 komentar | Read More

Gili Nanggu, Bangko-Bangko, Genting, Gede & Poh




Tempat-tempat ini merupakan sekumpulan pulau-pulau kecil yang berada
di Barat Daya Pantai Sekotong. Beberapa pulau bahkan tidak berpenghuni
dan eluruhnya adalah pantai berpasir putih yang dilengkapi dengan
pohon-pohon kepala dan pohon bakau. Kedua Gili, yaitu Gili Gede
dan Gili Nanggu, memiliki bungalow-bungalow yang dapat ditinggali.
Tempat-tempat ini sangat bagus untuk berenang, snorkling dan bersantai.
Anda bisa mengunjungi pulau-pulau ini dengan boat dari Lembar atau
dari dekat Mawun ke Gili Nanggu dari Pelangan ke Gili Gede. Daerah ini
merupakan rute pesisir yang indah dengan beberapa Resort pantai seperti
Bola-bola Paradise, Hotel dan Villa Terapung, serta Sundancer kompleks
hotel bintang 5 dan vila-vila juga tengah dikembangkan disini
08.09 | 0 komentar | Read More

Pure Lingsar


Pura lingsar di bangun pada tanggal 1714 oleh AA Ngurah Karang Asem. Pura ini digunakan oleh pemeluk agama hindu dan islam wetu telu untuk merayakan upacara keagamaan. Islam wetu telu dapat dikatakan sebagai pemeluk agama islam yang belum sempurna, hal ini disebabkan karena penyebaran agama islam ke daerah ini masih belum sempurna. Tempat ini juga sering digunakan sebagai tempat pemujaan dan ritual keagamaan. Selain itu tempat ini sering di jadikan sebagai tempat semedi oleh orang-orang hindu dengan cara berdiam diri disana selama beberapa hari dan apabila keinginannya tercapai dia akan kembali untuk melakukan ritual dengan membawa sesajen berupa hasil usahanya. Di pura ini terdapat dua tempat peribadatan, satu untuk penganut hindu dan satunya lagi untuk penganut islam wetu telu. Hal ini menggambarkan keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama. Di tempat ini juga setiap tahunnya sering diadakan “perang topat” yang dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan cara melepar satu sama lain dengan menggunakan ketupat.
08.09 | 0 komentar | Read More

Hutan Pusuk


Hutan pusuk atau yang lebih dikenal sebagai mongkey forest ini merupakan sebuah hutan hujan tropis yang di huni oleh monyet-monyet liar. Walaupun liar tetapi monyet ini sangat jinak. Hutan ini dijadikan objek wisata karena mempunyai potensi yang luar biasa. Dari sini kita bisa menyaksikan pemandangan alam yang elok nan mempesona, pepohonan rindang mengawal pandangan menuju lautan. Keindahan laut lepas tampak memukau berwarna hijau kebiru biruan. Memberi makan satwa liar merupakan hal yang jaranag kita nikmati apabila kita mengunjungi suatu objek wisata, tetapi semua itu akan anda dapatkan dengan mengujungi hutan monyet ini. Setibanya di tempat ini anda akan disambut baik oleh kawanan monyet yang langsung turun dari atas pohon untuk menyapa anda, sebuah awal yang baik untuk berkawan dengan para penghuni hutan ini. Tapi jangan lupa untuk membawa makanan berupa pisang atau kacang kacangan untuk sang tuan rumah. Jangan lewatkan momen yang unik dan menarik ini apabila anda berkunjung ke pulau Lombok, mari kita bersilaturrahmi mengunjungi satwa yang menggemaskan satu ini. Apabila anda ingin membuktikan keindahan pulau Lombok ini jangan lupa membawa kamera anda.
08.09 | 0 komentar | Read More

Banyumulek



Desa Banyumulek merupakan pusat penghasil kerajinan gerabah yang ada di Lombok. Desa ini merupakan salah satu tujuan yang wajib anda kunjungi apabila anda ingin mengetahui dan mengenal lebih jauh mengenai hasil kerajinan tradisional masyarakat pulau Lombok ini. Proses pengerjaan kerajinan ini masih sangat sederhana dan tradisional dengan menggunakan alat-alat yang masih sederhana dan biasanya pengerjaan mengabisakan waktu selama 3-4 hari. Dan proses pewarnaannya masih menggunakan dedaunan. Disini anda juga bisa belajar mencoba untuk membuat sendiri bentuk dan kreasi yang anda inginkan. Bentuk dari hasil kerajinan ini berupa binatang (gajah, ular, tokek, cicak), hiasan dinding (tulisan kaligrafi dan lain-lain), perabot rumah tangga(vas bunga, tempat lili, celengan, lampu dan masih banyak lagi yang lainnya. Datang, temukan dan dapatkanlah beberapa bentuk yang mungkin menarik perhatian anda.
08.09 | 0 komentar | Read More

Gunung Sari



Desa gunungsari merupakan salah satu desa penghasil kerajinan yang terbuat dari bambu yang ada di lombok. Proses pengerjaan sangat sederhana dan melalui beberapa tahap antara lain mulai dari penjemuran, pemotongan, pembuatan rangka sampai pewarnaan. Bebrapa hasil kerajinan ini berupa kursi, meja, lemari, dipan, ayunan bayi dan lain-lain. Tempat kerajinan ini juga sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
08.09 | 0 komentar | Read More

Gunung Pengsong



Namanya tidaklah setenar tempat pariwisata di pulau Lombok lainnya, namun bagi yang menyukai soft trekking, tempat ini cocok bagi anda yang sedang mengunjungi Lombok atau akan merencanakan berwisata ke Lombok. Gunung Pengsong terdapat sebuah pura pemeluk agama Hindu di puncaknya. Untuk mencapai puncak dari Gunung pengsong, anda harus berjuang melewati ratusan anak tangga sebagai penghubungnya. Rasa lelah memang akan mendera anda sepanjang perjalanan, namun ketika anda mencapai puncak nya, rasa lelah yang anda alami akan terbayarkan oleh sejuta pesona pemandangan dari puncak ini.  Gunung pengsong ini dihuni oleh ratusan kera yang sangat bersahat. Walapun liar, namun mereka tidaklah seagresif kera di objek wisata lainnya. Jadi jika anda merasa bosan dengan objek wisata Lombok yang sudah pernah anda kunjungi sebelumnya, maka tidak ada salahnya jika memilih Gunung Pengsong sebagai objek pariwisata Pulau Lombok anda selanjutnya.


OBJEK WISATA Gunung Pengsong, di Kabupaten Lombok Barat, NTB, bisa dibilang bukan tempat wisata biasa. Ada banyak hal yang bisa dinikmati pengunjung di sini. Selain suasana alam dan panorama yang masih asri, objek wisata ini juga kaya nilai sejarah dan budaya.
Gunung Pengsong hanya sebuah bukit batu hitam dengan rindang pepohonan, dengan ketinggian puncak sekitar 200 meter diatas permukaan laut (mdpl). Tapi yang menarik, dari puncak Gunung Pengsong, kita bisa melihat dan menikmati panorama indah Kota Mataram dan Lombok Barat dari berbagai arah.
Di puncak ini pula, terdapat sebuah tempat peribadatan umat Hindu, Pura Gunung Pangsung, yang konon merupakan Pura pertama dan tertua di Pulau Lombok.
Gunung Pengsong terletak di Desa Kuripan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, berjarak sekitar 10 Km ke arah Selatan dari Bandara Selaparang, Mataram. Menggunakan taksi hanya sekitar 15 menit dari bandara, dengan biaya sekitar Rp50ribu.
Kawasan seluas lebih dari 11 hektare yang ditetapkan sebagai salah satu objek wisata sejak tahun 1996 ini, ibarat miniatur hutan. Banyak jenis pohon rindang, mulai albasiah hingga beringin berusia ratusan tahun. Kawanan kera coklat keabu-abuan, berhabitat di sini, dengan segala tingkah laku mereka yang menggoda pengunjung yang datang.
”Senang sekali melihat monyet-monyet ini berebut makanan, lucu,” kata Hariyadi (43), wisatawan domestik dari Surabaya, Jawa Timur.
Heriyadi bersama istri dan tiga anaknya menghabiskan waktu empat hari, untuk berlibur ke Lombok, selama musim liburan akhir tahun. Gunung Pengsong menjadi salah satu tujuan wisatanya, selain pantai Senggigi yang sudah terkenal, dan sentra kain tenun di Sukarara, di Lombok Tengah.
Seperti biasa, jika ada pengunjung yang datang, ratusan ekor kera langsung menyambut dan mengelilingi mereka, ketika tiba di pelataran depan kawasan Gunung Pengsong.
Monyet-monyet ini menanti diberi kacang atau jajanan yang dibawa. Tingkah mereka menggelitik, ada yang berebutan makanan dan kejar-kejaran, ada yang hanya berani menanti di kejauhan. Mulai dari pejantan besar, hingga monyet betina yang mengendong bayinya.
Monyet-monyet ini juga akan selalu mengikuti pengunjung yang hendak mendaki puncak Gunung Pengsong, sepanjang perjalanan.
Tapi, sebelum masuk ke kawasan, pengunjung pun harus taat dengan peraturan yang ada. Misalnya, pengunjung akan diberi kain selendang berwarna kuning untuk diikat di pinggang sebelum masuk ke kawasan. Selain itu, kaum perempuan yang sedang menstruasi juga dilarang masuk ke kawasan ini. Sebab, kawasan wisata ini merupakan tempat suci bagi umat Hindu, dan masih digunakan untuk beribadah.
Teduh dan sejuk, adalah kesan pertama ketika masuk ke kawasan wisata Gunung Pengsong. Beragam jenis pohon tumbuh rindang, beberapa diantaranya beringin berusia ratusan tahun dengan akar-akar gantung yang tebal.
Ada mata air yang bisa dijumpai sebelum mulai mendaki. Lokasi mata air ”Tirta Mumbul Sari” biasanya digunakan umat Hindu tahapan pertama beribadah, sebelum ke tempat suci Melanting, dan Pura Gunung Pangsung yang letaknya lebih tinggi.
Meski sepanjang pendakian sudah tersedia undak-undak dari batu dan plesteran semen, untuk mencapai puncak Gunung Pengsong ternyata bukan hal mudah bagi yang tidak biasa mendaki.
Toh setelah mencapai puncak, rasa lelah pasti terobati dengan panorama indah yang bisa dinikmati. Bangunan Pura Gunung Pangsung nampak anggun dengan relief-relief uniknya. Pura nampak bersih terawat, meski pun sudah berusia ratusan tahun.
Dari puncak ini, pemandangan persawahan dan pemukiman hingga perairan teluk Lembar bisa terlihat di sisi Selatan. Ke arah Timur, puncak Rinjani bisa terlihat jika cuaca sedang cerah bersahabat, begitu pun ke arah Barat pesona Gunung Agung di Bali tak luput dari pandangan.
Gunung Pengsong sudah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya sejak 1996 silam. Sejak saat itu pula Pemerintah Lombok Barat menetapkannya menjadi salah satu objek wisata alam daerah.
Menurut Pemangku Pura Gunung Pangsung, Jero Mangku Semadiyatna, Pura ini berdiri sekitar tahun 1514 oleh Ida Betara Wayan Sebali, seorang pandita Hindu dari Geria Pendem, Karangasem, Bali.
”Kalau dari sisi sejarah, Pura ini merupakan yang paling tua di Lombok,” katanya.
Hingga kini, umat Hindu yang ngaturang atau beribadah di tempat suci ini bukan hanya datang dari Lombok, tetapi juga dari Bali, Yogyakarta, dan Jakarta.
Ada yang unik saat beribadah di Pura ini. Umat yang datang membawa banten (sesajian sembahyang) untuk ngaturang, harus jeli jika tak ingin isi banten direbut kawanan kera sebelum dipersembahkan.
”Makanya kami diberi ketapel karet ini oleh pemangku Pura. Untuk menakut-nakuti monyet,” kata I Nyoman Gatra, yang beribadah di Pura Gunung Pangsung.
Nyoman mengantarkan pamannya, I Wayan Ngarba, dari Bangli, Bali, yang saat itu ngaturang di Pura Gunung Pangsung.
Tapi jangan khawatir. Sebab, ketapel digunakan tanpa batu sehingga tidak menyakiti monyet-monyet yang lucu itu. Hanya dengan suara hentakan karetnya, monyet pasti menghindar dan lari menjauh.
Bila monyet-monyet datang hendak mengambil buah dan jajanan yang sedang dihaturkan dalam ibadah, karet ketapel pun ditarik dan dihentakkan. Monyet pun berlarian mendengar suara ketapel itu.
”Kalau lungsuran (Isi banten yang sudah selesai dipersembahkan dalam ibadah) tidak mengapa, kalian boleh makan,” kata I Wayan Ngarba, sambil memberikan buah-buahan dan jajan untuk kawanan monyet, setelah selesai beribadah di Pura Gunung Pangsung.
Selain Pura Gunung Pangsung yang bernilai sejarah sekaligus penanda masuknya umat Hindu dari Bali mula-mula ke Lombok, kawasan wisata Gunung Pengsong juga menandai masa penjajahan tentara Jepang di Pulau Lombok.
Konon, nama Gunung Pengsong diambil dari akronim Kepeng Song atau uang bolong. Ini uang logam yang digunakan sebagai alat tukar di zaman penjajahan dulu.
”Dulu saat tentara Jepang pergi, uang bolongnya konon banyak ditanam di kawasan ini. Makanya namanya Gunung Pengsong dari kata Kepeng Song,” kata Jero Mangku.
Kawasan wisata ini memang menarik untuk dikunjungi. Hanya saja, perhatian Pemda Lombok Barat nampaknya masih kurang, untuk menata kawasan ini lebih baik lagi.
Bangunan portal yang biasanya digunakan untuk karcis masuk di objek wisata, nampak rusak dan tidak terawat lagi di depan pintu masuk kawasan Gunung Pengsong.
Meski tersedia kamar mandi umum, namun di kawasan ini sulit ditemukan tempat sampah, sehingga banyak tercecer sampah bungkusan makanan dan minuman yang dibawa pengunjung.
Kurangnya perhatian Pemda ini, diakui juga oleh pemangku Pura Gunung Pangsung, Jero Mangku Semadiyatna.
”Kami sudah bersurat ke Pemda Lombok Barat melalui Dinas Periwisata, agar disediakan tempat sampah. Kami hanya minta empat unit tempat sampah, tai sampai sekarang tidak ada responsnya,” katanya.
Sejak 2002 silam, Jero Mangku Semadiyatna bersama dua pemangku lainnya, Dewa Mangku Kawi, dan Gusti Mangku Dharma diberi tugas tambahan oleh Pemda Lombok Barat untuk bertanggungjawab masalah kebersihan di kawasan ini.
Selain melayani umat yang beribadah, mereka juga yang bertugas menyapu dan membersihkan sampah sisa-sisa makanan yang dibawa pengunjung.
Padahal, pengunjung kawasan ini sangat banyak, mulai dari wisatawan lokal, domestik, sampai mancanegara, selain umat Hindu yang datang beribadah.
Lokasi Gunung Pengsong yang dekat dengan kawasan wisata pantai Kuranji - salah satu objek wisata pantai di Lombok Barat - membuat banyak pengunjung pantai yang turut mampir ke Gunung Pengsong.
”Kalau dipikirkan berat juga tugas kami ini, membersihkan kawasan yang luasnya lebih dari 11 hektare ini. Sampai sekarang kami yang membersihkan, tidak ada petugas kebersihan khusus dari Pemda. Kami pun bekerja hanya berbekal bhakti saja, tidak ada perhatian Pemda, meskipun kami diberi tugas ini sejak 2002 silam,” katanya.
Seingat Jero Mangku, Bupati Lombok Barat H Zaini Arony pernah menjanjikan bantuan biaya untuk kawasan wisata ini, ketika Bupati Zaini syuting film ”Misteri Gunung Rinjani”, awal tahun 2010 lalu. Tapi, entah kenapa, sampai sekarang janji itu belum terwujud juga.
”Padahal kami hanya meminta empat buah tempat sampah besar saja, untuk menampung sampah-sampah pengunjung,” katanya.
Lombok memang pulau indah dengan beragam objek wisata yang bisa dinikmati. Mulai dari pantai Senggigi, gunung Rinjani, rangkaian Gili-Gili, bahkan banyak bangunan Pura indah seperti Pura Batu Bolong di Senggigi, Pura Lingsar di Lombok Barat, dan juga Pura Gunung Pengsong ini.
Akulturasi budaya membuat sejumlah pemandu wisata berslogan ”di Bali anda tidak bisa melihat Lombok, tapi di Lombok anda bisa melihat Bali” untuk menggait tamu mereka.
Tak heran jika akhirnya pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berani memprogramkan pariwisata sebagai andalan kedua setelah pertanian. Kini pemerintah daerah tengah giat mempromosikan potensi wisata Lombok dan Sumbawa dalam program Visit Lombok Sumbawa 2012 dengan target mendatangkan satu juta wisatawan per tahun.
Tapi sayang, di sisi lain pemerintah daerah seolah mengabaikan perhatian untuk objek-objek wisata yang potensial seperti Gunung Pengsong.
08.09 | 0 komentar | Read More

Hutan Lindung Sesaot


Hutan Lindung Sesaot adalah wana wisata kawasan hutan lindung yang masih alami. Hutan lindung yang berada di Desa Sesaot di ujung timur wilayah Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat,ditengah hutan terdapat sungai berbatu besar-besar dengan airnya yang jernih dan dingin.

Disana terdapat banyak tenda lesehan menjual makanan lombok yang didirikan di sela-sela akar pohon yang besar-besar. Sesaot juga masih termasuk dalam kecamatan Narmada. sangat cocok buat anda yang ingin merasakan kesejukan dan ketenangan. Untuk menuju kesana dapat menggunakan kendaraan atau Ojek dari perempatan depan pasar Narmada.
08.09 | 0 komentar | Read More

Pantai Kerandangan


Keindahan Pantai Kerandangan, tidak hanya memukau masyarakat Kota Mataram, melainkan juga berbagai lapisan masyarakat di Lombok Tengah dan Lombok Timur apalagi mancanegara. Pada hari libur, ribuan orang tumpah dengan membawa kendaraan masing-masing.Pantai Karandangan Berada di utara pantai senggigi

Kawasan di pantai itu sebenarnya sudah dikapling investor dari Jakarta, namun lama terbengkalai. Karena terbengkalai, pengawas pantai kemudian mengelolanya. Selain memungut retribusi Rp 1.000 - Rp 2.000 untuk tiap kendaraan yang masuk, mereka pun memungut iuran dari para pedagang sebesar Rp 5.000 per bulan. Hasilnya, bisa dibayangkan. Jika hari libur, jumlah pungutan cukup besar karena ribuan warga tumpah ke lokasi itu
08.09 | 0 komentar | Read More

Taman Suranadi



Taman Suranadi merupakan salah satu andalan wisata di Pulau Lombok. Karena itu, tidak mengherankan jika obyek wisata itu sepertinya tak pernah sepi pengunjung, terutama pada hari libur.

Untuk menuju obyek wisata itu, hanya ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Selaparang, Mataram. Jarak antar keduanya tidak terhitung jauh, hanya sekitar 15 kilometer.

Taman Suranadi terletak di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Taman dengan luas sekitar 52 hektar ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi berdasarkan SK Menteri Pertanian

Tujuan penetapan itu guna meningkatkan fungsi konservasi baik flora/fauna maupun ekosistemnya, agar tercapai keserasian lingkungan dan yang dimanfaatkan sebagai obyek rekreasi, pendidikan, kebudayaan, penelitian dan kepariwisataan.

Jadi, bagi para wisatawan, rasa lelah (jetleg) selama penerbangan, rasanya akan terbayar sudah dengan suguhan Taman Suranadi yang indah dan sejuk. Apalagi, di depan Taman Wisata Suranadi juga banyak penjual aneka makanan khas daerah setempat, diantaranya sate bulayak, sate dengan lontong yang dibungkus daun aren (bulayak).
Selain itu, di lokasi Taman Suranadi sendiri juga menyuguhkan mata air yang jernih dan sejuk.



 Video Taman Suranadi
08.09 | 0 komentar | Read More

Pantai Sekotong


Sekotong, pariwisata yang menarik di Pulau Lombok Sekotong merupakan salah satu Pariwisata yang menarik di pulau Lombok, dan merupakan objek wisata lombok yang wajib untuk di kunjungi. Sekotong merupakan sebuah pantai yang memiliki keindahan bawah laut...
08.09 | 0 komentar | Read More